Media Aksara

Catatan Guru Bahasa

Minta Tolong

Siska Yuniati

Minta tolong,salah satu kata ajaib yang saat ini sudah masuk dalam pembiasaan pada pendidikan usia dini. Kata ini digunakan sebelum kalimat perintah. Penggunaan “minta tolong” membuat kalimat perintah lebih halus dan sopan. Anak-anak saya sering mengucapkan kata-kata tersebut saat menginginkan sesuatu, semisal minta diambilkan barang atau mainan di tempat yang sulit terjangkau. Mereka juga tidak segan-segan mengingatkan jika kami, orang tua lupa mengucapkan kata tersebut untuk memerintahkan sesuatu.

Minta tolong, dalam KBBI diartikan minta bantuan. Membantu berarti memberi sokongan (tenaga dsb) supaya kuat (kukuh, berhasil baik, dsb). Dari pengertian tersebut, dapat kita tangkap makna bahwa orang yang meminta pertolongan adalah orang yang dalam keadaan lemah, mengalami keterbatasan. Pertolongan yang diberikan diharapkan dapat membuat kukuh kembali. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Catatan, ,

Apapun atau Apa pun?

Oleh Siska Yuniati

Pertanyaan tersebut pernah saya lemparkan kepada para siswa. Reaksi yang saya dapatkan, mereka riuh berdiskusi. Hampir seluruh siswa menjawab penulisan yang benar adalah apapun, hanya beberapa anak menjawab apa pun. Itu pun tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam EYD, partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluhinya, kecuali untuk kelompok yang lazim dianggap padu. Kata-kata tersebut adalah adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, dan walaupun. Di luar kata-kata tersebut tentu saja penulisannya dipisah alias tidak serangkai.

Kata apa pun terdiri atas kata apa dan partikel pun. Kata ini kalau diartikan menjadi apa saja, berbeda dengan kelompok kata yang lazim dianggap padu di atas. Misalnya, kata adapun, tidak dapat diartikan menjadi ada saja, atau ada juga. Kata adapun merupakan konjungsi atau kata penghubung yang penulisannya memang harus serangkai.

Filed under: Bahasa Indonesia, ,

Minta Bantuan!

Oleh Sabjan Badio.info

Saat perlu bantuan, lazimnya kita menggunakan kata tolong. Ketika diterjemahkan ke dalam tulisan, kata tolong tersebut dapat disertai tanda seru (!). Hal ini detailnya akan terlihat pada naskah-naskah cerpen, novel, apalagi drama. Ketika seseorang mengajukan permintaan secara langsung, biasanya dia akan mengatakan tolong (tanpa tanda seru), ketika dalam suasana terdesak, panik, tertekan, dan membutuhkan bantuan segera, biasanya kita akan menggunakan kata tolong! (disertai tanda seru).

Tanda seru dapat mengesankan banyak hal, berdasarkan penjabaran EYD, tanda seru digunakan sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat. Pada pengertian ini ada kata kunci yang berupa seruan atau perintah, pada ungkapan minta tolong, berarti seruan untuk meminta tolong yang menggambarkan kesungguhan atau emosi yang kuat.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bahasa Indonesia, Catatan, ,