Media Aksara

Catatan Guru Bahasa

Nama-nama Pemenang Lomba Pembuatan Blog Kebahasaan dan Kesastraan Pusat Bahasa Kemdiknas

Pemenang I
Nama: Drs. Sawali, M.Pd.
Judul: Bahasa dan Sastra Indonesia: Membangun Karakter Bangsa
Tautan: http://cintabahasa.co.cc

Pemenang II
Nama: Siska Yuniati
Judul: Media Aksara
Tautan: https://mediaksara.wordpress.com

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bahasa Indonesia, Catatan, ,

Merangsang Aktivitas Baca-Tulis Siswa melalui Mading Sekolah

Oleh Sabjan Badio & Siska Yuniati

Majalah dinding atau mading merupakan media komunikasi yang telah dikenal lama oleh masyarakat. Mading tidak hanya dibuat oleh siswa di sekolah, namun juga diciptakan dan dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Saat mendengar kata mading, sesuai kepanjangannya, majalah dinding, tentu saja yang terbayang dalam benak kita adalah majalah yang terpasang di dinding. Anggapan itu tidak keliru karena prinsip dasar yang ada pada mading layaknya pada majalah. Penyajiannya menggunakan media papan (tripleks, karton, gabus, atau bahan lain) yang dipampang pada dinding. Rubrik-rubrik mading sama dengan rubrik-rubrik majalah. Tata letak mading juga tidak jauh berbeda dengan majalah pada umumnya, hanya saja dalam mading lebih sederhana, semua rubrik ditempatkan pada satu halaman atau muka saja.

Materi mading itu sendiri, menyesuaikan tempat mading itu berada. Mading yang ditempatkan di sekolah tingkat SMP/MTs dan SMU/MA berisi tulisan-tulisan yang disesuaikan dengan karakter sekolah-sekolah tersebut. Selain tulisan, mading juga dilengkapi gambar, misal karikatur atau gambar lain. Hanya saja, untuk tingkat tersebut tulisan tetap lebih dominan. Sementara itu, pada jenjang pendidikan yang lebih rendah, seperti SD dan TK, gambar lebih dominan daripada tulisan.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Bahasa Indonesia, , ,

Apapun atau Apa pun?

Oleh Siska Yuniati

Pertanyaan tersebut pernah saya lemparkan kepada para siswa. Reaksi yang saya dapatkan, mereka riuh berdiskusi. Hampir seluruh siswa menjawab penulisan yang benar adalah apapun, hanya beberapa anak menjawab apa pun. Itu pun tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam EYD, partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluhinya, kecuali untuk kelompok yang lazim dianggap padu. Kata-kata tersebut adalah adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, dan walaupun. Di luar kata-kata tersebut tentu saja penulisannya dipisah alias tidak serangkai.

Kata apa pun terdiri atas kata apa dan partikel pun. Kata ini kalau diartikan menjadi apa saja, berbeda dengan kelompok kata yang lazim dianggap padu di atas. Misalnya, kata adapun, tidak dapat diartikan menjadi ada saja, atau ada juga. Kata adapun merupakan konjungsi atau kata penghubung yang penulisannya memang harus serangkai.

Filed under: Bahasa Indonesia, ,

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

Sedang Online