Media Aksara

Catatan Guru Bahasa

Siska Yuniati: Menulis Ekspresi dan Eksistensi Diri

Siska_Yuniati_at_Taman_Eden_2_Villa,_2009-06-25SISKA YUNIATI (35), seorang guru madrasah pecinta sastra dapat mengembangkan kemampuan menulis yang dijadikan untuk ekspresi dan eksistensi. Selama Siska menulis karya-karyanya dapat memenangkan kompetisi menulis, dimuat di media massa lokal dan nasional.

Bahkan sejumlah karyanya diterbitkan dalam bentuk buku pula. Siska yang menjadi guru MTs Negeri Giriloyo, Bantul sejak 2006 hingga sekarang, selalu berusaha menyisihkan waktu untuk menulis. Bagi Siska menulis itu bisa untuk mendorong semangat belajar, mengekspresikan gagasan yang dituangkan menjadi karya kreatif.

Siska mengungkapkan, ketika menapaki jenjang pendidikan tinggi, dirinya semakin semangat agar karya tulisnya bisa dimuat di media massa nasional. Salah satu karya berjudul “Mesin Jahit Ibuku” tahun 2004, sebuah tulisan yang diterbitkannya di majalah wanita dapat menjadi pelecut untuk terus menulis.

Dalam perjalanan karier menulisnya, Siska Yuniati menyadari pentingnya latihan menulis. Sebagai sebuah keterampilan, kemampuan menulis harus selalu diasah dan dikembangan. “Menulis membuka ruang pergaulan lebih lebar, dan bisa cakrawala. Sebagai seorang guru bahasa Indonesia, pekerjaan menulis ini merupakan bagian dari profesi yang menandakan eksistensi diri seorang guru yang mengajarkan bahasa dan sastra,” kata Siska. (Cil)-g

Sumber: Kedaulatan Rakyat edisi 28 November 2015 halaman 11.

Iklan

Filed under: Catatan,

8 Responses

  1. Semakin banyak guru yang menyukai dunia kepenulisan, akan semakin banyak pula guru yang berkualitas. Menginspirasi, bagikan inspirasi Anda di, academicindonesia.com. Salam sukses

  2. Dedandes.com berkata:

    Teruskan perjuangannya bu Siska

  3. mas gobed berkata:

    semoga kedepanya masih banyak ibu siska yang lainya,
    menularkan budidaya perjuanganya..

  4. alfatih.prince21 berkata:

    kereen,, aku jg lagi belajar nulis nii.. siip.

    vinz prasetyo

  5. infosiana.net berkata:

    keren, semakin banyak penulis semakin banyak ilmu yang bsa dibagikan kepada sesama

  6. sasa berkata:

    Aku sedang belajar menulis juga. Pada dasarnya menulis itu butuh latihan. Jadi jam terbang itu penting untuk penulis. Semakin banyak menulis. Maka tulisan akan semakin lebih baik.

    Terima sudah menginspirasi. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

Sedang Online

%d blogger menyukai ini: