Media Aksara

Catatan Guru Bahasa

Guru, Bukan Sekadar Mengajar dan “Ngantor”

Sertifikasi guru? Ah, itu tidak perlu dibahas lagi, sudah banyak yang membahas. Ini masalah kenyataan para guru yang hanya bertugas mengajar. Setelah mengajar, apa? Langsung pulang. Itu dulu, akhir-akhir ini, ada kewajiban para guru untuk masuk dan pulang seperti karyawan kantor lainnya. Ini masalahnya.

Apa sih kewajiban seorang guru? Ini sudah diatur, bagi guru PNS aturannya sangat jelas. Oleh karena itu, peraturan yang mewajibkan guru untuk hadir dan pulang seperti karyawan kantor lainnya, ini terlalu kaku dan bisa jadi bertentangan dengan keprofesionalannya. Seorang guru tidak hanya berkewajiban mengajar dan duduk di ruang guru, dia juga berkewajiban belajar. Ini yang sering dilupakan.

Seorang guru seharusnya sadar bahwa dirinya harus mengunjungi perpustakaan, membaca dan meminjam buku. Seorang guru harus mengunjungi toko buku, membeli buku, dan membacanya. Seorang guru harus ikut dalam pertemuan-pertemuan profesi. Seorang guru harus ikut dalam berbagai pertemuan ilmiah. Seorang guru harus sekolah lagi, baik sekolah formal maupun non formal. Seorang guru harus melahirkan karya-karya pengembangan profesinya. Intinya begitu banyak kewajiban guru yang terlupakan. Alih-alih mewajibkan hal-hal tersebut, saat tidak mengajar, para guru justru (hanya) diwajibkan untuk “ngantor”, pada akhirnya mereka pun sekadar ngrumpi di ruang guru.

Permasalahan ini begitu luas. Jika saya lanjutkan, mungkin tidak akan ada ujungnya. Sekarang sudah tengah malam. Jadi, sampai di sini saja. Hehe.

Iklan

Filed under: Catatan,

10 Responses

  1. Carissha berkata:

    Maaf mohon ijin mengamankan posisi pertama dulu ya!
    Iya tuh kelakuan guru sekarang kayak gt! Kapan majunya pendidikan dan hasil didikannya.
    Trims tlah berkunjung di adik kecil saya WARTA OLAH RAGA
    Sukses slalu buat anda.

  2. agsasman3yk berkata:

    Lepas dari keterkaitannya dengan sertifikasi ataupun diberikannya tunjangan profesi, memang wacana (atau mungkin sudah jadi ketentuan, ya) bahwa guru harus ada di sekolah minimal 37,5 jam sangat tidak relevan atau bahkan bertentangan dng jabatan guru sebagai sebuah profesi. Apabila kewajiban itu benar-2 diterapkan, maka ini jelas2 menurunkan harkat dan martabat guru sebagai sebuah profesi menjadi sekedar tukang mengajar. Basis pekerjaan profesional adalah keahlian, dan seorang guru punya kewajiban atau tanggung jawab mengembangkan profesinya dengan membeli dan/atau membaca buku, mengikuti forum ilmiah, berpartisipasi dlm kegiatan2 oleh organisasi profesi, termasuk menulis atau membuat blog … bukan nongkrong di kantor …!! o.k?

  3. agsasman3yk berkata:

    Ok, izin tulisan njenengan kukutip di blog, ya …

  4. amal berkata:

    Guru memberi dan mengamalkan ilmu… salam kenal mbak..

  5. Haris Istanto berkata:

    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru berjudul : “Pemompaan uji pada sumur bor di Maumere Kabupaten Sikka”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan kalau berkenan tolong dikasi komentar. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

Sedang Online

%d blogger menyukai ini: