Media Aksara

Catatan Guru Bahasa

Mengenal Siswa lewat Tulisan

Hampir setiap tahun sejak pertama kali mengajar, saya mendapat jatah mengajar kelas sembilan. Mengajar di kelas sembilan bukan perkara mudah, saya dihadapkan pada siswa yang hampir dewasa dengan tingkah laku yang terkadang kekanakan. Terlebih lagi, saya belum mengenal mereka. Padahal, pengenalan karakter tiap siswa akan mebantu guru dalam proses belajar-mengajar.

Pada awal pertemuan, saya tidak langsung memberikan materi. Saya hanya meminta mereka menuliskan sebuah karangan. Tema karangan sudah saya tentukan, semisal, “cita-cita”, “rencana setelah lulus?”, “sekolah di mataku”, dan lainnya. Tema-tema tersebut sedikit banyak akan memberi gambaran masa depan mereka.

Panjang tulisan minimal satu lembar kertas ukuran buku tulis. Biasanya, para siswa dapat menulis rata-rata dua halaman, ada juga yang menyelipkan kisah keluarganya. Dari tulisan-tulisan tersebut, saya mempelajari karakter dan rancangan masa depan mereka. Salah satu kelemahan anak Indonesia adalah tidak dapat mengenal diri sendiri dan tidak mempunyai rancangan untuk masa depan mereka sendiri. Tidak hanya itu, cerita-cerita para siswa itu, tidak jarang pula menginspirasi saya untuk menulis cerpen atau jenis tulisan lain.

Bercerita melalui tulisan ini menurut saya lebih efektif dibandingkan dengan menanyakan cita-cita para siswa melalu lisan. Melalui pertanyaan lisan, biasanya para siswa hanya cengengesan dan tidak jarang menjawab sekenaknya saja.

Iklan

Filed under: Bahasa Indonesia, Catatan,

22 Responses

  1. TenagaSurya berkata:

    asSalaamu’alaykum,
    ma’af, kelas tiga tingkat sekolah apa ya?

  2. David berkata:

    Yeah. Itu metode yang sangat bagus. Sayangnya, tidak semua siswa pandai memperkenalkan diri mereka dalam bentuk tulisan

    Salam
    davidjuly.cz.cc

  3. David berkata:

    Dan sang guru juga menikmatinya. Ia menikmati membaca karangan siswa, menikmati menganalisa gaya mereka, dan menikmati mempunyai kelas yang sastrawi. Itu sungguh kerja yg bagus.

    David’s last blog post: Hypnosis via telephone

  4. TenagaSurya berkata:

    asSalaamu’alaykum,
    syukron atas tanggapan yg segera. Kami jadi teringat kejadian 49 tahun yg lalu, kami meraih juara satu tingkat kabupaten dan mendapat nilai 9 (sembilan) utk bhs Indonesia dlm ujian akhir nasional kelas 6. Berarti, nilai berapa utk “mengarang” ya?

    • Siska Yuniati berkata:

      Wah, selamat ya. Tapi, saya tidak dapat membayangkan seperti apa belajar-mengajar bahasa pada periode tersebut.

      Ketika saya sekolah, pembelajaran bahasa tidak seperti saat ini, siswa tidak dituntut untuk terampil berbahasa Indonesia, walaupun buku-buku teksnya berjudul Terampil Berbahasa Indonesia.

      KBK dan KTSP sudah mengubah itu semua. Siswa dituntut untuk terampil berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis. Jika kondisinya seperti saat ini, tentu saja nilai mengarangnya pun 9. Luar biasa.

      • TenagaSurya berkata:

        asSalaamu’alaykum,
        krn sdh luuuaaama sekali, yg kami ingat, utk bhs Indonesia, UAN-nya terdiri dari tata-bahasa dan mengarang. Mitsalnya tt-bhs dpt 10, mengarang 8, 18/2 = 9.
        BTW: apakah email kami sdh diterima?

  5. cobaberbagi berkata:

    Assalamualaikum
    terimakasih sudah mampir di blog saya
    saya bary belajar nulis ni bu
    ada nggak tips mengembangkan kemampuan menulis lewat blog

    • Siska Yuniati berkata:

      Waalaikumsalam,
      Terima kasih kembali.
      Ah, Saudara Hamdani ini merendah saja. Anda kan sudah melakukannya. Rajin mengunjungi dan membaca tulisan blogger lain adalah salah satu praktik mengembangkan kemampuan menulis.

      Seperti yang telah banyak dituliskan, salah satu kiat untuk pintar menulis itu adalah membaca. Banyak hal yang dapat kita petik dari kegiatan membaca ini (khusus kaitannya dengan menulis). Insya Allah, suatu saya akan memosting artikel tentang hal ini.

  6. TenagaSurya berkata:

    wa’alaykumussalaam,
    ucapan trims-nya kpd siapa nih?
    kami merasa sudah mampir juga.

  7. Agus Purwoko berkata:

    Salam knal dari blogger baru, sukses slalu buat anda dan tulisannya!

  8. Rama berkata:

    salam kenal Bu Guru…
    saya paling suka menulis bebas,
    dan dengan menulis ttg cita2,
    itu bisa membangkitkan motivasi mereka
    untuk menjadi sesuatu dalam hidupya.

  9. mutiara berkata:

    Salam kenal!
    Bagus tulisannya! Anak Indonesia memang kasihan, karena sistem pendidikan Indonesia masih pada taraf mencekoki belum mengembangkan potensi yang sudah di anugerahkan Allah pada manusia. Jadi wajar kalau siswa diminta menulis (mengarang) suka kebingungan, kehabisan kata-kta. Nampaknya guru di Indonesia harus belajar kepada Anda:

  10. Umar Puja Kesuma berkata:

    Saya salut gaya dan teknik mengajarnya bu!
    kreatif!! patut saya contoh dan mungkin juga teman2 yang lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: