Media Aksara

Catatan Guru Bahasa

Tentang Soal Tes Pendalaman Materi UN 2010

Tahun ini, entah dengan alasan apa, saya diminta untuk menjadi panitia Tes Pendalaman Materi Songsong Ujian Nasional 2010. Sebagai panitia, kami bertanggung jawab atas kelancaran jalannya aktivitas tersebut. Jika ada pengawas yang berhalangan, kamilah yang menggantikannya.

Sebagai guru bahasa, saya berkewajiban mengoreksi hasil tes siswa. Sebelum itu, tentu saja saya harus memeriksa soalnya, menyocokkannya dengan kunci jawaban. Saat itulah saya menemukan beberapa kejanggalan. Kejanggalan-kejanggalan tersebut di antaranya:

  1. Kunci jawaban salah.
  2. Jawaban lebih dari satu.
  3. Tidak ada jawaban.
  4. Soal terlalu sulit untuk siswa SMP/MTs.
  5. Soal terlalu “seram” isinya terlalu serius, kemungkinan guru kurang kreatif dalam memilih materi, khususnya yang berhubungan dengan kutipan.
  6. Soal tidak sesuai dengan kisi-kisi Ujian Nasional 2010.
  7. Salah ketik. Entah ini murni salah ketik atau karena ketidaktahuan pembuatan soal. Hal ini terjadi pada penulisan tanda kurung, penulisan tanda koma, penulisan judul (nama) koran, dan berbagai kesalahan lain.
  8. Soal basi. Ini terjadi karena pembuat soal hanya copy paste dari buku-buku atau soal-soal sebelumnya.
  9. Penulisan sumber salah. Pertama, berhubungan dengan tata cara penulisan judul buku atau surat kabar. Kedua, pencantuman http://www.google.co.id sebagai sumber. Bukankah Google hanyalah mesin pencari?
  10. Banyak lagi yang lain. Kebasian ini juga berkaitan dengan kutipan, sumber yang diambil tidak up to date.

Kesalahan-kesalahan seperti itu seharusnya tidak perlu terjadi untuk soal bahasa Indonesia. Bagaimana sebuah soal dapat mengukur kemampuan siswa jika soalnya sendiri salah?

Iklan

Filed under: Bahasa Indonesia, Catatan, ,

10 Responses

  1. Sabjan Badio berkata:

    Seharusnya, soal tidak langsung diluncurkan ketika selesai. Harus ditelaah dulu.

  2. GMB berkata:

    Mungkin sudah waktunya ada guru menulis buku tentang “Membuat Soal”. Tertarik?

  3. TenagaSurya berkata:

    asSalaamu’alaykum,
    bahkan kami juga ingin menyu’al kata “soal”.
    Asal kata su-al (sa dhoma su) bukan so-al (sho seperti kata sholat).
    Wazan lainnya: mas-alah bukan ma-salah.
    Wah, kata sual juga mas-alah?

  4. […] tidak salah seorang guru Bahasa Indonesia di sebuah Madrasah di Yogyakarta, menulis di blognya  https://mediaksara.wordpress.com/2010/01/27/tentang-soal-bahasa-indonesia-tes-pendalaman-materi-ujian… tentang kejanggalan-kejanggalan soal-soal yang digunakan di Tes Pendalaman Materi Ujian Nasional […]

  5. Atnan Hasan berkata:

    Bagaimana caranya….????

  6. TenagaSurya berkata:

    Munkin:

    Cara mengembalikan kata “sual” yg sdh terlanjur menjadi “soal”.

  7. sulistiyo berkata:

    Kelihatannya, tulisan seperti ini juga relevan untuk ditujukan pada soal bahasa Indonesia UN. Soal UN juga bermasalah.
    Kapan-kapan kita perlu try out UN Bahasa Indonesia untuk guru Bahasa Indonesia se-Bantul. Kalau perlu se-Indonesia. Kira-kira pada bisa dapat nilai sepuluh nggak ya?
    Ini krusial!!!!

  8. Siska Yuniati berkata:

    Ide yang bagus. Nilai 10 akan menjadi beban buat peserta. Kira-kira pertanyaan sebelumnya, ada yang bersedia tidak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: