Media Aksara

Catatan Guru Bahasa

punggung tanganmu

Oleh Siska Yuniati

hari ini aku lupa mencium punggung tanganmu
tubuh terlanjur dijilati waktu dengan ketergesaan
alpa menjelma gelisah
dalam tarian ronce

di punggung tanganmu selalu mengalir restu
dari sekelumit bakti yang belum tunai
aku tertawan di sana
pada sebaris puisi

masih ingin mendaratkan bibir
di punggung tanganmu
untuk kesekian kali

Iklan

Filed under: Bahasa Indonesia, Puisi,

10 Responses

  1. Sabjan Badio berkata:

    Tetapi, jangan sampai ketergesaan dijadikan tempat bersembunyi.

  2. TenagaSurya berkata:

    wow, kata sastra memang beda.
    tubuh dijilati?
    smoga murid gak ada yg baca.

  3. TenagaSurya berkata:

    Ya, bahasa sastra memang dapat menggunakan kata-kata yg “dipinjam”. Setidak-tidaknya itulah yg masih dpt kami ingat dari pelajaran kesusastraan tempo doeloe.
    Lalu yg dicium itu punggung dari jari tangan ataw telapak tangan?

  4. harijogja berkata:

    ahahaha salam aja deh buat punggung tangan itu

  5. Yeti berkata:

    Saya menyukai puisi ini….
    Seolah saya yang mengalaminya….
    tapi jujur, saya pun kadang demikian. Atas nama pekerjaan. Astagfirullah…

  6. Siska Yuniati berkata:

    Terima kasih Bu Yeti. Problema perempuan bekerja Bu, biarpun demikian semoga restu tetap membersamai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

Sedang Online

%d blogger menyukai ini: