Media Aksara

Catatan Guru Bahasa

meski bukan merah jambu

Oleh Siska Yuniati

melintas di jalan sepi nan menanjak
lelaki tua berpeci, perlahan mendorong kursi roda yang tak kalah tua
duduk di kursi itu, perempuan tua dengan kesahajaannya
keduanya menggurat senyum….
menyentil tanyaku

inikah cinta?
meski bukan merah jambu

Iklan

Filed under: Bahasa Indonesia, Puisi,

5 Responses

  1. didtav berkata:

    ada maksud tersembunyikah?

  2. TenagaSurya berkata:

    asSalaamu’alaykum,
    sampai dgn kata “berpeci, perlahan” , kami merasa koq cocok dgn kenyataan yg ada.
    alhamdulillah tidak “mendorong”.
    namun, ya, cinta dpt di-expresi-kan dgn berbagai cara walaw bukan merah jambu.

    • Siska Yuniati berkata:

      Ya, banyak cara mengekspresikan cinta. Hanya saja, kita sering terpaku pada satu hal saja. Ketika satu hal itu tidak terwujud, kita langsung menghakimi: sudah tak ada cinta, dia sudah tak cinta, dsb. Padahal, wujud lainnya, jika saja kita mau menerimanya, mungkin saja justru lebih manis.

  3. TenagaSurya berkata:

    Omong2 tentang expresi, ada yg lewat tulisan (seperti dlm tulisan di blog ini: mengenal … lewat …), ada yg lewat gambar, ada yg lewat sentuhan, ada yg lewat swara (termasuk dgn menggunakan ponsel jika jarak jauh, asalkan tahu nomornya). Dapat juga gabungan dari yg tsb terdahulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: