Media Aksara

Catatan Guru Bahasa

Kreatif itu Jujur, Kreatif itu Sederhana

Oleh Siska Yuniati

Bicara ketidakjujuran, saya teringat pengalaman sewaktu sekolah. Saat itu, banyak siswa yang mencari jalan pintas untuk mengerjakan ulangan atau ujian. Jalan pintas yang umum dilakukan adalah menyontek, baik menyontek hasil kerjaan teman maupun menyontek dari catatan yang sengaja dibuat untuk itu. Tindakan ini memang mengasyikkan hingga tetap dilakukan dari waktu ke waktu, dari jenjang yang satu ke jenjang berikutnya.

Kalau sudah menyontek, mana ada siswa yang jujur? Kalaupun kepergok, mereka pun mencari alasan untuk menyelamatkan diri. Ada dampak sistemik yang terjadi atas ketidakjujuran dari menyontek ini, yaitu ketidakpercayadirian.

Orang yang terbiasa menyontek, biasanya akan cenderung untuk selalu melakukannya lagi. Lama-kelamaan, tidak mustahil akan menjadikan orang tersebut malas berpikir. Dengan malas berpikir dan berusaha, tentu saja semakin sedikit pengetahuan dan keterampilan yang dikuasainya. Semakin sedikit penguasaan atas pengetahuan dan keterampilan tersebut, tentu saja otaknya menjadi tumpul. Dengan tumpul-nya otak kita, akan menimbulkan perasaan kurang percaya diri dan takut salah.

Sifat kurang percaya diri ini akan menimbulkan dampak negatif baru, yaitu ketidakreatifan. Logika ini menjadi wajar karena sesungguhnya kreativitas bermula dari rasa ingin tahu, ingin menemukan yang baru, yang disertai dengan rasa percaya diri. Dengan rasa percaya diri tersebut, kita tidak akan ragu-ragu mengemukakan rasa ingin tahu kita hingga melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu untuk memuaskan rasa ingin tahu tersebut, baik dengan melakukan penelitian, penelusuran, ataupun sekadar studi pustaka.

Mengenai kepercayaan diri ini, kita dapat mengacu pada cerita Steve Jobs. Dia adalah pendiri Apple Inc. Pada perjalanannya, lelaki yang pernah belajar kaligrafi ini dipecat dari perusahaan yang didirikannya tersebut. Jobs tidak putus asa, dia kemudian mendirikan Pixar dan memproduksi film animasi Toy Story, Finding Nemo dan Cars. Di tangannya, perusahaan ini berkembang pesat sementara Apple mengalami kemunduran hingga akhirnya merekrut Jobs kembali. Perkembangan selanjutnya, kita bisa menyaksikan sendiri dominasi Apple dalam dunia tekonologi informasi.

Keberhasilan Jobs dalam mengangkat kembali Apple tidak terlepas dari kreativitas dirinya. Menurut Yodhia Antariksa (strategimanajemen.net), ada tiga faktor utama keberhasilan Jobs, yaitu (1) dirinya sendiri sebagai CEO, (2) sinergi yang sempurna antar tim desain, tim software, dan tim hardware, dan (3) kehadiran Jonathan Ive sebagai Chief Design Apple. Yang terakhir inilah yang jarang dilirik oleh produsen teknologi informasi dunia saat ini. Saat ini manusia tidak lagi fokus pada kemajuan teknologi semata, mereka juga menginginkan barang-barang canggih yang ada di saku, meja kerja, atau di ruang-ruang pribadinya adalah barang-barang yang elegan, yang selain nyaman dipakai juga sedap dipandang mata.

Sederhana bukan? Sesederhana penjual bakso yang menambah jamur pada sajiannya, menjadi bakso jamur. Sesederhana Archimedes menemukan hukum Archimedes. Bahkan, sesederhana Andrea Hirata yang menceritakan pengalaman hidupnya pada novel Laskar Pelangi. Ya, kreativitas itu memang sederhana. Tinggal bagaimana kita meyakinkan diri untuk melaksanakannya dan konsisten mengembangkannya. Tentu saja, walaupun sederhana, ide-ide yang kita buat itu harus asli, tidak boleh asal menjiplak karya orang lain seperti yang banyak kita saksikan pada produk-produk saat ini.

Kembali ke masalah kejujuran. Dengan jujur kita memikirkan sesuatu yang beda dan bermanfaat untuk orang lain. Dengan jujur pula kita selalu konsisten untuk bertahan dan mengembangkan ide yang kita miliki. Itulah kreativitas: sangat sederhana. Jadi, Ngapain lagi harus nyontek apalagi sampai melanggar HaKI dan UU No. 19 Tahun 2002?

Iklan

Filed under: Catatan,

One Response

  1. Sabjan Badio berkata:

    Benar sekali, tidak ada kekreatifan tanpa kejujuran. Kalau tidak jujur, itu namanya maling.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

Sedang Online

%d blogger menyukai ini: