Siska Yuniati
Sebagai guru bahasa, mendengar kata juara, saya mendefinisikannya sesuai yang telah dikonsepkan di dalam KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam kamus tersebut juara didefinisikan sebagai berikut.
ju·a·ra n 1 Olr orang (regu) yg mendapat kemenangan dl pertandingan yg terakhir; 2 orang yg gagah berani; orang yg pandai bersilat; pendekar; jagoan; 3 pengatur dan pelerai dl persabungan ayam; 4 pemimpin peralatan (pesta dsb); 5 ahli; terpandai dl sesuatu (pelajaran dsb).
Ada banyak hal yang dinisbahkan dengan kata juara. Bagi saya sendiri, juara itu memiliki dua tahapan, yaitu tahapan proses dan hasil. Seorang juara sejati haruslah mengikuti proses pertandingan secara sportif dan kalau perlu heroik. Proses yang baik dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh sangat mungkin mendapatkan hasil terbaik di antara mereka yang berkompetisi. Hasil tertinggi tanpa proses tidaklah mungkin menghasilkan juara, melainkan sekadar membuktikan keberuntungan, bahkan bisa jadi menunjukkan keculasan.
Sebagai seorang istri, ibu, guru bahasa, anggota masyarakat, blogger, sampai hamba Tuhan, kompetisi saya ada pada bidang-bidang yang saya geluti tersebut. Kecil kemungkinan saya akan mengikuti kompetisi lari, renang, dan balap. Seorang juara sejati bagi saya harus mengetahui dan menyadari bidangnya. Saya bukanlah Shaquille O’Neal dalam acara American reality television show yang disiarkan melalui saluran ABC, Shaq Vs. Shaq adalah bintang lapangan dalam bidang basket. Dalam acara reality show tersebut Shaq menantang para juara dunia di luar basket. Shaq hanya satu dan saya bukan Shaq, itu artinya saya memilih berkompetisi di bidang saya sendiri.
2012 bukanlah akhir massa seperti yang telah diramalkan selama ini. Walaupun bukan akhir (baca: final), 2012 harus diisi dengan hasil gemilang melalui proses kejuaraan. Oleh karena itu, sebagai istri, saya harus menampilkan diri sebagai istri terbaik di mata suami saya—maaf, bukan di antara istri-istri suami saya, karena istrinya hanya satu. Jika selama ini saya tidak menunjukkan perhatian dan kinerja maksimal, pada tahun 2012 harus maksimal. Banyak hal yang perlu saya benahi, mulai perhatian, pelayanan, menu masakan, kebersihan dan kerapian, penampilan, kerja sama, berbagi, cita-cita, sampai ibadah.
Sebagai seorang ibu, saya haruslah menjadi teladan dalam berbagai bidang, seperti ibadah, belajar, bekerja, bertingkah laku, dan sebagainya. Saya pun harus memperhatikan dengan teliti dan maksimal masalah perkembangan fisik anak-anak, mereka harus mendapatkan makanan yang dibutuhkan dan tentu saja halal. Lebih penting lagi, mereka tentulah harus menjadi pribadi–paling tidak calon–juara.
Sebagai guru bahasa, saya harus tampil maksimal dalam mengantarkan para siswa. Seperti halnya anak kandung saya, para siswa haruslah juga menjadi juara. Untuk itu, saya harus menjadi pribadi yang senantiasa mempersiapkan diri, mulai belajar, mempersiapkan media (termasuk memaksimalkan pemanfaatan internet), metode pembelajaran, sampai administrasi pembelajaran.
Sebagai anggota masyarakat, saya haruslah menjadi pribadi yang lebih berguna dari tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat adalah lingkungan terdekat yang saya butuhkan dan membutuhkan saya. Orang yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat adalah orang yang berguna, orang yang umurnya akan panjang, orang yang akan tetap dikenang walaupun jasadnya telah tiada.
Sebagai blogger, tentu saja saya harus lebih sering beraktivitas menggunakan internet untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tulisan. Internet adalah lingkungan kedua saya, para blogger dan pengguna internet pada umumnya adalah masyarakatnya. Saya tidak lagi bisa hanya menulis demi kepuasan, saya harus menulis sesuatu yang berguna, tentang pengetahuan, tentang inspirasi, bisa juga tentang hiburan.
Sebagai hamba Tuhan, tentu saja saya harus mengikuti apa yang telah diajarkan dalam agama saya. Sebagai hamba, saya dituntut untuk menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya, dalam segala bidang. Inilah landasan terkuat saya yang memicu untuk bertekad menjadi juara.
Itulah di antara resolusi saya untuk tahun 2012. Untuk melalui tahapan-tahapan tersebut, saya akan selalu belajar untuk meningkatkan kualitas diri. Akses internet dan semakin cepatnya informasi tentu akan sangat membantu dan memudahkan saya untuk belajar, baik melalui tulisan maupun berinteraksi langsung dengan para ahli.
Filed under: catatan, Resolusi Juara

Komentar Terakhir